Minggu, 26 Desember 2010

Keindahan Desaku


Senja Yang Menyapa
Oleh: B.A.S

Sore itu, aku
Menuju rumahku
Rumah yang letaknya jauh
sejauh mata memandang hanya kmu sayang

Hujan tak turun waktu itu
hanya mentari yang hendak tenggelap kawan
dia menemaniku dalam langkah
dia menemaniku dalam detak jantungku

Indah sungguh kala itu
merah, memerah langit yang membiru
kini hanya tinggallah kenangan saja
taukah kau betapa aku mencintaimu

Di sisi lain
burung-birung malam mulai berkeliaran
mereka menampakkan batang hidungnya, kini
aku mulai menapakkan kaki
di sudut-sudut jalan

Aku bukanlah seorang gelandangan
atau seorang tuna wisma
aku mempunyai tujuan yang jelas
aku mempunyai tempat tinggal

Aku tak lagi seperti yang dulu
yang selalu tertatih-tatih dalam angan
namun kini aku tak sanggup menahan rasa itu
rasa yang membelenggu dalam kalbu

Aku kini ingin pergi
tinggalkan dunia yang fana ini
namun apa?
dirimu slalu menghalangi

Aku tak tahu lagiu apa, dan siapa diriku ini
gelap,tak ku rasakan
manis pun juga
semua sama, tiada jauh beda

Kebahagiaan hanya sebatas angan saja
yang ada hanya luka dan derita
aku ingin dikasihi
namun apa yang aku dapat, cela dan caci maku

inilah sajakku
sajak masa lalu
dan masa kini
kepadaMu aku mengadu

Kekalahan Sang Garuda

Indonesia Menang Is
Untuk para pemain Garuda Indonesia

Sore tadi, sekitar pukul sembilan belas
Aku tertidur pulas
Badan serasa malas
tapi hatiku rasanya tergilas

mendengar tim bolaku lemas
mungkin karna malas
akhirnya melas
3.0 yang sayang
kekalahan yang fatal

mengapa kau tega
para pemain bola
kau kami percayai sungguh
tapi kau tangiskan kami
dengan tangisan kekalahan

Indonesia kini menang is
bukan nangis
kenapa kau begitu pada kami sayang
bukankah di sana tidak hujan
tapi kenapa di sini air mata berlinangan

aku kecewa padamu

Jumat, 24 Desember 2010

sebuah permasalahan

KESALKU

Oleh: B.A.S.

Aku pergi.

09.10.10

Kamis, 23 Desember 2010

Rasa yang Tersimpan dan Tak tertahankan

TERTEKAN

Oleh: B.A.S.


Pusing kepala rasa
tiada tertahan lagi
makan ku tak lagi
tidur apalagi

semua menjadi beban
jadi satu-satu
masalah semua bercampur dalam debu
aku, dia, kamu semua

hencur sudah rasa
tuk makan, minum berfikir
semua
aku tak lagi
berbuat apa-apa

ini bukan salahmu
salahku semua
karna aku tak tahu
bagaimana cara sayangimu
aku tak tahu

maaf jika aku slalu begitu terhadapmu
tekanan ini
buatku emosi
emosi yang tak mampu ku tahan lagi
jangan kau hiraukan jika
aku berkata yang menyakitkan hati
aku hanya ingin dikasihi
dan dicintai

biarkan orang lain itu
dan biarkan pula aku sendiri saja
kau diamlah di situ saja
karna kau memang seperti itu
slalu mau seperti itu
karna itu adalah impianmu
kejarlah

kejarlah
sampai kau dapatkan dia
walaupun semua hanya angan belaka.......